30 Mei 2026, Sab

BEDAK & BANSAKU: Inovasi Kecamatan Bengkalis Bersama DLH Wujudkan Desa Bersih

Bengkalis (KABARTUNTAS.COM)Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis memperkuat komitmennya dalam penanganan sampah berbasis masyarakat melalui penandatanganan perjanjian kerjasama antara desa dan kelurahan se-Kecamatan Bengkalis dengan Bank Sampah Induk Berseri. Selasa (19/05/26)

Kerjasama ini menjadi fondasi peluncuran dua inovasi unggulan yakni “BEDAK atau Bersih Desa Kelurahan, dan BANSAKU atau Bank Sampah Desa Kelurahan”

Acara yang berlangsung di Pendopo Panglima Minal Kantor Camat Bengkalis ini dihadiri Camat Bengkalis Rafli Kurniawan,S.IP., M.Si, Kadis DLH Agus Susanto, S.T.,M.Si beserta jajaran DLH, Lurah, Kepala desa, PJ Kepala Desa, pengurus Bank Sampah Induk Berseri, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis Agus Susanto menyampaikan bahwa antusiasme desa dan kelurahan sangat tinggi saat ini sebanyak 31 desa dan kelurahan di Kecamatan Bengkalis telah resmi menandatangani MoU bersama Bank Sampah Induk Berseri.

“Hari ini kita saksikan 31 desa dan kelurahan telah ikut menandatangani MoU dengan Bank Sampah Induk Berseri. Ini bukti bahwa semangat gotong royong untuk lingkungan bersih di Bengkalis semakin kuat,” ujarnya.

Menurutnya, tujuan utama program ini adalah agar sampah bisa dipilah sejak dari sumbernya dan dipisahkan sesuai jenisnya.

“Tujuan kami sederhana: sampah bisa terpilah, terpisah, dan akhirnya bisa jadi bernilai. Lewat program BEDAK untuk gerakan bersih desa/kelurahan, dan BANSAKU sebagai wadah bank sampah di tingkat desa, masyarakat tidak hanya mendapat lingkungan yang bersih, tapi juga peluang ekonomi dari sampah yang dikelola dengan baik,” jelasnya.

Lebih lanjut orang nomor satu DLH Kabupaten Bengkalis itu juga menegaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada komitmen bersama antara pemerintah, masyarakat, dan pengelola bank sampah.

“Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pengelola Bank Sampah Induk Berseri menjadi kunci penting dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan di Kabupaten Bengkalis,” tegasnya.

Kemudian Agus juga memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Kecamatan Bengkalis di bawah kepemimpinan Camat Rafli Kurniawan yang telah menginisiasi program ini.

“Apresiasi setinggi-tingginya kami berikan kepada jajaran Camat Bengkalis yang telah menunjukkan semangat inovasi dan kepedulian lingkungan, juga terus mendorong pengembangan bank sampah sebagai gerakan partisipatif masyarakat,” katanya.

Ia berharap program ini bisa menjadi percontohan dan dikembangkan lebih luas ke seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Bengkalis.

“Mari kita jadikan kerja sama ini bukan hanya sebagai kegiatan simbolis, tetapi sebagai gerakan bersama untuk menciptakan pelayanan publik yang humanis, ramah lingkungan, dan berkeadilan,” tutupnya.

Penandatanganan kerjasama ini menandai dimulainya implementasi program pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang melibatkan langsung perangkat desa, kelurahan, dan warga. Dengan adanya BEDAK dan BANSAKU, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan meningkat, sekaligus membuka peluang ekonomi dari pengelolaan sampah daur ulang.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis optimistis, langkah ini menjadi awal dari lahirnya lebih banyak inovasi lingkungan yang berpihak pada masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *