18 Apr 2026, Sab

Ketua dprd hadiri rapat terkait penetapan perang air 2026

SELATPANJANG – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menunjukkan komitmen kuat menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektor dalam rangka menyambut Perayaan Imlek 2026 yang beririsan dengan pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan. Rakor tersebut dipusatkan di Aula Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Rabu (15/1/2026).

Rakor strategis ini dipimpin langsung oleh Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar, didampingi Ketua DPRD Meranti H. Khalid Ali, Sekda Meranti Sudandri, SH, Wakapolres Kepulauan Meranti Kompol Detis Mayer Silitonga, serta Pabung Kodim 0303 Bengkalis Mayor Rusli Dalimunthe. Turut hadir unsur Forkopimda, OPD terkait, tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan ormas, hingga unsur etnis Tionghoa.

Hadir pula Ketua LAMR Meranti Datuk Afrizal Cik, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kepala Kemenag Meranti H. Sulman, Danposal Selatpanjang, Ketua Pengadilan Agama, perwakilan MUI, serta Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Meranti.

Sebagaimana diketahui, pada tahun 2026 ini perayaan Imlek dengan rangkaian prosesi khasnya, termasuk perang air (Cian Cui), beririsan selama enam hari dengan pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan. Namun demikian, Pemkab Kepulauan Meranti optimistis momen tersebut justru menjadi simbol kuatnya toleransi dan kerukunan di Negeri Sagu yang dihuni beragam suku, agama, dan etnis.

Dalam sambutannya, Bupati Kepulauan Meranti H. Asmar menegaskan bahwa ibadah Ramadhan dan perayaan Imlek merupakan agenda rutin tahunan umat beragama yang sama-sama memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.

“Imlek dan Ramadhan adalah kegiatan keagamaan yang harus kita dukung bersama. Selain nilai spiritualnya, Imlek juga memberi dampak ekonomi yang besar bagi daerah, sementara Ramadhan menjadi momentum peningkatan keimanan dan ketakwaan umat Islam,” ujar H. Asmar.

Ia menyebut, prosesi Imlek melalui event perang air (Cian Cui) terbukti mampu menarik puluhan ribu wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, sehingga menggerakkan roda perekonomian daerah. Di sisi lain, pelaksanaan ibadah puasa dan tarawih di bulan Ramadhan merupakan kewajiban umat Muslim yang harus dijaga kekhusyukannya.

“Untuk itu, kedua kegiatan ini harus diformulasikan dengan baik agar Meranti tetap aman, damai, kehidupan beragama harmonis, sejalan dengan visi Meranti yang Unggul, Agamis, dan Sejahtera,” tegasnya.

Sementara itu, Sekda Kepulauan Meranti Sudandri memaparkan data dampak ekonomi Imlek. Menurutnya, event perang air mampu menarik lebih dari 50 ribu wisatawan, melibatkan sekitar 2.500 pelaku UMKM, ratusan pengemudi becak, mengisi lebih dari 5.000 kamar hotel, serta menciptakan perputaran uang di pasaran hingga mencapai Rp60 miliar.

Tak kalah penting, keberadaan bazar Ramadhan juga memberikan kontribusi signifikan dengan peningkatan pendapatan masyarakat di sektor perdagangan UMKM hingga 15 persen.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Meranti H. Khalid Ali menegaskan bahwa kedua agenda keagamaan tersebut harus didukung penuh karena sama-sama berdampak positif bagi ekonomi dan persatuan masyarakat.

“Yang paling penting adalah saling menghargai dan menjaga toleransi antar umat beragama,” tegas Khalid Ali.

Kepala Kemenag Meranti H. Sulman menambahkan, Indeks Kerukunan Umat Beragama di Meranti saat ini tergolong tinggi, yakni di atas 72 persen. Ia optimistis irisan waktu antara Imlek dan Ramadhan tidak akan mengganggu keharmonisan, selama pengaturan teknis dilaksanakan dengan baik.

“Tinggal bagaimana kita merajut perbedaan ini menjadi kekuatan untuk menunjang pembangunan daerah. Pengaturan lokasi bazar Ramadhan dan waktu pelaksanaan Cian Cui menjadi kunci,” ujarnya.

Masukan senada disampaikan MUI Meranti melalui Ustadz Asep Darul Tahkik. Ia menegaskan MUI menghormati prosesi Imlek sebagai hak beragama, dengan catatan pelaksanaannya diatur agar tidak mengganggu kekhusyukan ibadah Ramadhan.

Beberapa imbauan disampaikan, antara lain peserta Cian Cui mengenakan pakaian sopan, mengakhiri kegiatan sebelum maghrib, serta tidak menyalakan petasan saat sholat tarawih berlangsung.

“Kita berharap semua pihak saling memahami agar kedua kegiatan ini berjalan tertib, aman, dan penuh keberkahan,” ujarnya.

Ketua LAMR Meranti Datuk Afrizal Cik turut menegaskan bahwa hubungan harmonis antara etnis Melayu dan Tionghoa yang telah terjalin lama di Meranti harus terus dijaga. Ia meminta seluruh kesepakatan cbd oil side effects Rakor benar-benar diamankan, terutama terkait pengamanan rute perang air dan relokasi bazar Ramadhan.

Menanggapi hal tersebut, Wakapolres Kepulauan Meranti Kompol Detis Mayer Silitonga menyatakan kesiapan pihak kepolisian dalam melakukan pengamanan maksimal melalui koordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait.

“Kami siap menjaga keamanan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan PSMTI Meranti mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pihak. Ia menyebut perayaan Imlek, khususnya perang air, merupakan agenda yang paling dinantikan etnis Tionghoa Budha dan telah dilaksanakan sejak 2010 dengan kondisi selalu aman dan tertib.

“Ini bukti nyata tingginya toleransi dan kerukunan antar suku dan agama di Meranti. Semoga kebersamaan ini terus terjaga,” pungkasnya.

Sebagai kesimpulan sementara Rakor, Pemkab Kepulauan Meranti memutuskan perang air Imlek tetap dilaksanakan. Untuk menghindari gangguan terhadap bazar Ramadhan, lokasi bazar yang semula berada di sekitar Jalan A. Yani akan direlokasi ke kawasan Taman Cik Puan, Jalan Merdeka. Sementara bazar Ramadhan di luar jalur perang air tetap berjalan seperti biasa tanpa perubahan. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *